PMI ALAMI STROKE DAN HARUS AMPUTASI
Tanggal rilis:2024-05-10

Nasib naas menimpa Rena (44) PMI asal Indramayu. Niatnya cuti untuk merayakan lebaran bersama keluarga tercinta, tapi berakhir tangannya harus diamputasi.
Setelah delapan tahun bekerja pada satu majikan, menjelang Idul Fitri  Rena meminta izin cuti untuk merayakan lebaran di kampung halaman. Rena diberi waktu tiga minggu untuk pulang ke Indonesia.

Baru dua hari tiba di Indonesia ia mendadak kena stroke, karena tensi darah tinggi hingga mencapai 280 mmHg.  Kaki dan tangannya tidak dapat digerakan, lumpuh total. Belum lagi kadar diabetes mencapai 570mg/dl membuat tangan kanan bagian siku hingga ke jari  menghitam. Dokter menyarankan untuk mengamputasi tangan kanan rena, karena jika dibiarkan  akan membahayakan nyawanya.

Sesuai jadwal cuti, seharusnya pada 28 April Rena kembali ke Taiwan untuk bekerja. Namun takdir berkata lain, ia justru telah menghabiskan semua tabungan untuk berobat. Karena tidak memiliki BPJS, Ia harus mengeluarkan biaya sebesar Rp25.000.000 untuk operasi, tapi berujung gagal karena tensi darahnya yang tinggi.

Demi berobat, Rena telah menghabiskan tabungan yang ia kumpulkan selama bekerja di Taiwan, sebanyak Rp55.000.000. Meskipun demikian, majikan dan agensi Rena memberikan support dan dukungan agar Rena tetap optimis berobat, agar dirinya cepat sembuh dan dapat bekerja lagi ke Taiwan.

Rena berpesan untuk semua PMI yang masih bekerja ke Taiwan, untuk selalu menjaga kesehatan dan pola makan. Jangan sampai mengalami hal serupa yang menimpanya. [Etty]
 
Berita Lainnya